Jumat, Desember 05, 2008

Sabar Atas Musibah yang Menimpa

Oleh : Bossyana

Sesungguhnya Allah Maha Menentukan, Maha Tahu, Maha Berkehendak, Maha Bijaksana dan berkuasa atas segala sesuatunya. Semua yang kita alami di muka bumi ini, dari yang buruk hingga yang baik, dari yang batil hingga yang haq, dari kita hidup hingga kita mati, semuanya terjadi atas kehendak, ketentuan dan kebijaksanaan dari Allah. Nikmat dan musibah datang silih berganti. Ketika limpahan nikmatNya tercurah buat kita, seolah-olah kitalah yang menggapainya. Bahkan sering kita katakan inilah kerja kerasku, namun ketika musibah itu datang, tidak banyak diantara kita yang berani mengatakan ini juga akibat ulahku. Padahal kita tahu, hanya dua yang Allah minta dari kita yaitu bersyukur dikala mendapat nikmat dan bersabar saat ditimpa musibah.

Saudaraku...
Anugerah terindah yang pernah Allah berikan ialah akal yang sehat, hati yang khudu′ dan jiwa yang tenang. Namun seringkali akal sehat itu sakit, hati yang khudu′ itu sombong yang akan melahirkan jiwa yang tidak pernah tentram. Padahal penciptaan kita diiringi dengan nilai-nilai ketuhanan yaitu hanif (fitrah manusia pada Allah) dan seringkali kita terbuai oleh bujukan-bujukan nafsu dunia yang cenderung membawa kita pada kelakuan & kebiasaan yang membuat kita semakin jauh dari Allah atau setidaknya akan menutupi hati kita dari sisi kefitrahannya. Walau pada kenyataannya kita tetap melaksanakan kewajiban kita dalam beribadah sehari-hari. Jadilah Ibadah kita tanpa nilai ibarat badan tanpa ruh, bak lukisan tak berwarna & laksana rumah tak bertuan.



Saudaraku...
Dalam keadaan sadar ataupun tidak, seringkali kemunafikan kita dihiasi oleh keshalihan semu. Seringkali yang batil kita bungkus dengan sesuatu yang hak bahkan kita campurkan keduanya sehingga tidak jelas mana yang putih dan mana yang hitam. Semuanya kita samarkan. Ibarat shalat diatas sajadah yang bernajis dan laksana mencuri yang dimulai dengan basmalah. Padahal kita tahu bahwa Allah mengetahui apa yang tampak maupun tersembunyi bahkan Dia sangat jeli terhadap sesuatu yang tersirat apalagi yang tersurat karena Ia maha tahu atas segala sesuatunya.

Saudaraku...
Tawaran keduniawian yang semu seringkali menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang kita miliki sehingga kita terjebak, terperosok bahkan tenggelam dalam kolam-kolam kemaksiatan dan kehinaan. Tetapi Allah begitu penyayangnya sampai-sampai pintu taubat-Nya tidak pernah tertutup dan tangan-tangan kasih dan sayang-Nya selalu terbuka lebar bagi hamba-hambaNya yang ingin kembali. Selangkah kita kepada-Nya maka seribu langkah-Nya kepada kita.

Saudaraku...
Istigfarlah karena Dia gafurruurahim (pengampun dan penyayang) Bertaubatlah karena Dia tawwaburrohim (penerima taubat dan penyayang)

Saudaraku...
Bersyukurlah..., karena kita masih diberi-Nya kesempatan tuk menikmati keindahan bersamaNya. Kita masih diberinya kesempatan untuk berkhalwat bersama-Nya ditengah keheningan malam tatkala para malaikat turun ke bumi. Dan.... Kita masih diberi kesempatan untuk mereguk manisnya madu ibadah sementara lambaian tangan bidadari surga tak hentinya bergerak merindukan perjaka-perjaka haus mahabbah penghuni surga.

Saudaraku...
Tidakkah hatimu tergerak untuk kembali? Karena ku ingin mengatakan padamu bahwa : "Aku tahu bahwa Allah masih mencintaiku dan terus mencintaimu"

untuk romanagement team..dan yang membaca blog ini

Senin, Desember 01, 2008

Segarkan Hidupmu Dengan Percaya

Diambil dari sebuah judul buku yang saya pinjam dari rekan kerja bisnis saya, yaitu
Segarkan Hidupmu Dengan Percaya

Subhanallah sekali rasanya membaca buku ini, rekomendasi dari saya bagi siapapun yang dalam waktu dekat ini berniatan membeli buku, sebelum Holaqoh saya sempatkan untuk bercerita kepada blog wahana untuk bercerita ini sekaligus mengasah skill jurnalistik dan juga kemampuan otak.

Dalam buku Segarkan Hidupmu Dengan Percaya karya dari Ustadz Yusuf Mansur, saya menuliskan ulang apa yang ada didalamnya terdapat pada poin ke :

97 Kecil dan Lemah


Mengeluh, hanya menjadikan kita semakin kecil dan lemah. Mengeluh, hanya akan menjadikan kita bertambah menderita dan bertambah susah. Apa sebabnya? satu di antara sebabnya adalah karena kita akan dipaksa melihat kekurangan dan kelemahan kita oleh pikiran dan perasaan kita.

di point berikutnya adalah

98 Berhenti Berdalih

Berhentilah berdalih: berdalih usia, berdalih kesehatan, berdalih pendidikan, berdalih keturunan, berdalih fisik, berdalih gender, dan berdalih keadaan. Berdalih hanya akan membuat kesuksesan semakin menjauh dan menghilangkan kepercayaan diri

dalam dua point diatas saya langsung melihat kedalam diri, apakah saya termasuk orang yang banyak berdalih? saya sadar betul bahwa saya sangat kecil sekali dan mahluk yang lemah. di kasih cuaca hujan langsung drop kondisi badan. diberikan sejuta ilmu terkadang kufur atas apa yang telah banyak diberikan, sayapun baru menangkap pesan dari Kang Dikry Zakaria (Guru Tahsin) yang disampaikan 1 hari yang lalu di Unpad DU bahwa beliau mengatakan : "berpegang teguhlah pada komitmen, miliki prinsip seperti orang Cina" hmmmm.

Saya pun termenung pada saat mendengarkannya, selain itupun kami sempat membahas mengenai buku keluaran baru yang berjudul Spritualitas Salah Kaprah mudah-mudahan begitu informasinya bulat saya akan coba preview di blog yang akan mendatang (InsyaAllah). mohon doanya saja.. karena saya akan segera bersiap-siap memulai aktivitas diawal Desember ini bulan dimana penutup tahun Masehi dan juga kita sekaligus akan melewati hari-hari terakhir ditahun Hijriah. Selamat tahun baru 1430 Hijriah sahabat. Mari kita hijrah dari sifat buruk kepada sifat baik.

Sheila On 7 - Yang Telewatkan (Lyrics)

Kemana kau slama ini
Bidadari yang kunanti
Kenapa baru sekarang
kita dipertemukan

Sesal takkan ada arti
Karna semua tlah terjadi
Kini kau tlah menjalani dudu dudu duu
Sisa hidup dengannya

Mungkin salahku melewatkanmu
Tak mencarimu sepenuh hati
Maafkan aku
Kesalahanku melewatkanmu
Hingga kau kini dengan yang lain
Mafkan aku

Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati kucari dudu dudu duu..
Di mana kau berada