Dear Pak Budiharto, Pak Daday, Pak Wisnu dan teman lainnya :-)
Kita tidak berani bermimpi karena kadang mimpi kita itu "KETINGGIAN" , muluk-muluk atau sebenarnya gak sesuai dengan VALUE kita. Impian yang personal dan bermakna, seringkali malahan ternyata sangat sederhana. Namun, bernilai sangat tinggi bagi kita.
Impian yang "ketinggian" ini termasuk impian titipan orang. Ini sering terjadi pada pelaku MLM, asuransi atau para marketer yang targetnya dipatok setinggi mungkin dengan iming-iming materi dan bonus. Masalah terjadi karena di sub conscious kita ada filter REASONABLE and TRUE. Artinya, impian yang kita masukan sebagai afirmasi atau visualisasi ke pikiran bawah sadar masih akan difilter di database pikiran kita. Kalau impian kita tidak masuk akal dan benar sesuai dengan VALUE kita, impian itu bisa ditendang dan gak dijalankan sama pikiran bawah sadar kita. Itulah mengapa ada ego state therapy, data yang ada di pikiran bawah sadar kita memang bisa dimaknai ulang sehingga bisa menerima impian kita yang tadinya dianggap tidak reasonable and true. TAPI, apakah impian anda itu cukup bermakna dan bernilai sehingga pikiran bawah sadar anda mau diedukasi dan menerima atau bahkan mengubah parameter filternya sehingga impian anda akhirnya diterima dan
dijalankan untuk dicapai oleh pikiran bawah sadar anda?
Di sinilah pentingnya VALUE. VALUE setiap orang tidak sama, maka dari itu impian setiap orang PASTI tidak sama karena pengalaman hidupnya juga berbeda.. Hal yang sangat bernilai bagi satu orang, bisa jadi tidak ada harganya bagi orang lain. Orang boleh sama-sama punya impian jadi orang kaya, tetapi ALASAN atau landasan dia ingin menjadi orang kaya ini bisa sangat berbeda. Masalahnya, banyak orang berhenti hanya sampai pada keinginan dia jadi orang kaya. Alasan secara PRIBADI-nya kenapa dia mau jadi orang kaya dia gak tahu. Cuma, secara logika enak begitu atau rata-rata orang maunya begitu.. Jadi gw IKUTAN AJA DEH! wakakaka
Saya akan kasih contoh biar lebih jelas soal impian yang personal dan bermakna ini. Sebut saja namanya Pak Joni (nama samaran), beliau anggota milis ini dan alumni Supercamp. Pak Joni ini orang yang hebat luar biasa. Sejak kuliah selalu berprestasi, pun secara karir beliau bisa sampe General Manager. HEBATNYA, beliau berhenti dan menjalankan MLM. Waktu itu salah satu alasannya adalah pembuktian diri bahwa dia bisa, karena gak semua orang yang sukses berkarir, sukses juga di MLM. Dan tanpa disadari Pak Joni meletakkan ISTRI sebagai tujuannya. Beliau ingin tunjukan pada istrinya bahwa dia bisa. Di sini ternyata value seorang istri sangat tinggi bagi Pak Joni. Pak Joni sebenarnya gak butuh impian muluk-muluk macem penghasilan besar karena mencapai posisi platinum, atau mimpi jalan-jalan ke luar negeri dari bonus MLMnya. Alasan sebenarnya bagi Pak Joni adalah pengakuan dan cinta dari KELUARGA. Dan karena VALUE (harga) dari keluarga ini jauh lebih tinggi dari
aspek materi. Pencapaian-pencapai an materi menjadi sangat kecil nilainya dibanding seorang istri/keluarga. Karena itulah menjadi sangat mudah bagi seorang Pak Joni untuk mencapai posisi tinggi di MLM dalam dua tahun. Dan istrinya pun mengakui dirinya. Tujuan di dapat, masalah muncul hahaha...Pak Joni datang ke saya minta diterapi karena bingung, kok ya dua tahun pertama mudah sekali bagi dia mencapai posisi platinum. Sekarang kok susah banget rasanya. Itulah mengapa saya menulis bahwa awalnya Pak Joni TIDAK SADAR bahwa VALUE dalam dirinya yang sangat tinggi adalah keluarga, bukan materi. Alasan sesungguhnya ingin sukses adalah karena keluarga bukan materi. Karena nilai materi lebih rendah dari keluarga. Saat keluarga menjadi target. Aspek-aspek yang lain yang nilainya lebih kecil dalam hierarki psikologis seorang Pak Joni, OTOMATIS didapat, aspek yang lebih tinggi valuenya tercapai. Mengerti?
Target/impian:
KELUARGA
^
|
MATERI
Saat saya terapi, sub conscious Pak Joni bilang begini, "Kalau mau mencapai kualifikasi berikutnya dengan mudah dan lancar, papa-mamamu harus diajak jalan-jalan tuh ke luar negeri. Dari dulun sudah janji-janji tapi gak ditetapi. Itu namanya NGUTANG" Di sinilah terjadi dorongan value yang lain. Bagi Pak Joni, janji adalah UTANG dan Pak Joni ada belief bahwa utang itu HARUS dibayar. Bagus kan :-) Jadi, yang saya lakukan adalah membantu pak Joni menyelaraskan antara impian, value dan beliefnya ini. Saat orang tua yang "harga"nya lebih tinggi ditetapkan sebagai target, jadi utang yang harus dibayar lagi. Karena nilainya sangat tinggi disertai bobot emosi yang besar, bagi sub conscious Pak Joni impian ini SANGAT PENTING. Besoknya Pak Joni nelpon saya dengan cerita yang sangat dahsyat dan luar biasa. Betapa dia mendapat peristiwa-peristiwa TAK TERDUGA yang memudahkan dia mendapatkan uang sampai kisaran seratusan juga supaya bisa bawa papa-mamanya
jalan-jalan. Saya masih menunggu JANJI Pak Joni, bahwa saat dia mencapai posisi Diamond tahun 2009, dia akan bayarin gahtering alumni berikutnya :p
WOW!!!
Ingat bahwa ada belief Pak Joni kalau janji adalah utang, dan Pak Joni tidak suka berutang. Belief ini akan mendorong beliau mencapai impiannya dengan lebih mudah dan cepat ;-) Hebat kan, dia menggunakannya secara sengaja setelah menyadarinya.
So, IMPIAN gak harus "KETINGGIAN" atau muluk-muluk. Yang penting bagi anda impian itu SANGAT PENTING dan berharga untuk dicapai. Ada orang yang impiannya HANYA pengen bisa kerja sosial bagi orang lain tanpa pamrih. Karena impian ini sangat sesuai dengan value dirinya, alam semesta mendukungnya. Segala sumber daya disediakan baginya. Pun dia tidak perlu pusing dengan soal ekonomi keluarganya karena sejak dia memutuskan bekerja sebagai pekerja sosial ini, bisnis suaminya tiba-tiba jadi lancar dan berkembang, malahan bisa jadi salah satu penyandang dana yayasannya.
Anda tahu Yohanes Surya? Ya, dia pelopor Indonesia menjadi peserta OLIMPIADE FISIKA dan nama Indonesia harum karenanya. Bacalah bukunya Mestakung. Impiannya gak muluk-muluk. Dia gak kepengen jadi triliuner atau apa pun. Tapi, siapa sih yang gak bilang dia sukses saat ini? Wong dia mau narik duit miliaran buat sumber dana aja dengan gampang dia bisa dapet kok.
Apa mimpi Anda? Gak usah niru-niru orang macem mau jadi orang kaya tanpa alasan yang jelas. Mungkin Anda malu mengatakan impian anda karena kesannya kecil dan gak keren. Misalnya mau jadi pelukis gitu. Jangan menilai diri anda dengan nilai-nilai di luar diri anda, nilai diri anda dan impian anda dengan nilai DI DALAM diri anda sendiri. Impian saya hanya satu, saya ingin menjadi garam dan terang dunia, ingin bisa bermakna dan berharga bagi orang lain dalam arti bisa membantu menjadikan orang lain hidup yang lebih sukses dan bahagia dengan tulus. Sudah tahu toh impactnya? Kalau mau dijelaskan dengan REASONABLE and TRUE, kalau saya sendiri gak punya duit, bukan orang sukses dan saya gak bahagia. Bisa gak ya saya mencapai impian saya? Nah, sesuai value dalam diri saya, jawabannya gak bisa, mungkin ada orang yang bisa, tapi untuk kasus saya enggak. Makanya, karena impian ini sangat berharga tinggi bagi saya, mikirinnya aja dah merinding banget. Sub
consious mind saya sudah berjanji dan membuktikan bahwa SELAMA saya bekerja dengan landasan value ini (spiritual buat saya) saya pastilah selalu cukup dan berkelimpahan dalam segala hal. Karena nilai materi berada di bawah aspek spiritual ini kalau dalam hirarki psikologis saya.
Semoga jadi lebih jelas ya soal impian ini ^_^
Rudi Muliyono, C.Ht. - Quantum Hypnosis Indonesia
Client - Centered Hypnotherapist @ milis becoming money magnet..
Sabtu, Oktober 25, 2008
Jumat, Oktober 24, 2008
6:48 Am waktu disebelah kanan bawah layar leptop saya, telah menunjukan bahwa matahari telah terbit dari timur yang akan bertasbih (berputar/bertumbuh) dengan baik hingga petang menjelang kesebelah ufuk barat sana, alhamdulillah saya masih diberi kesempatan oleh Allah yang Maha Kuasa untuk menikmati pagi hari yang indah ini..karena apa Indah? karena saya baru mencoba sesuatu yang baru, ntahlah..ide gila apa yang membuat sayah memasang dua kabel internet dirumah, padahal satu provider! hee, satu kabel untuk di kamar saya yang dilengkapi fasilitas lampu seperti lampu ruang siaran dimalam hari, dengan itu yang membuat saya betah dikamar, kemudian satu kabel internet saya pasang diruang tengah supaya bisa sambil nonton berita atau nonton olahraga, jikalau ada tamu pun saya insyaallah akan memberikan hiburan internet, mengingat Internet sekarang lagi tren.. memang betul boomingnya internet sudah sejak lama di negeri ini, tetapi yang lagi sering orang obrolkan akhir2 ini mengenai tarif promo internet dirumah dengan tawaran semurah-murahnya, heee..pernah satu ketika dalam minggu ini saya mendatangi gerai telkom speedy di BEC hari rabu yang lalu, tampak di booth tersebut disesaki oleh banyak pengunjung, karena mereka sangat antusias sekali untuk bisa memamsang internet dirumah masing-masing. kebanyakan diantara mereka adalah kaum muda yang didominasi para mahasiswa, namun yang saya lihat kemarin mungkin banyak mahasiswi yang cantik-cantik, Wah! dalam pikiran saya..memang sebegitu urgent nya kah internet bagi kita untuk saat ini? bisa jadi, dengan internet sudah merupakan menjadi gaya hidup, taruhlah teman saya sebagai contoh, sebut saja Angga namanya, dia hampir setiap hari menghabiskan waktunya untuk berhotspot ria di tempat-tempat yang disediakan ntah itu di mall-mall yang menyediakan fasilitas tersebut, dikampus, dan ditempat yang lainnya. dia tengah keranjingan untuk berinternet ria. satu hal yang pernah saya tanyakan kepada beliau, "Kenapa sih Lo hobi banget menghabiskan waktu dengan Hotspotan (internetan), Ya,,sudah jadi kebutuhan, dan asas manfaat saja, mumpung ada fasilitasnya dan kita bisa jadi cerdas kita dengan adanya internet..(subhanallah saya berdecak kagum dengan pendapatnya tersebut..) ditengah marak internet dijadikan sebagai media untuk menyalurkan hal yang kurang baik (pornografi) ada jawaban yang menyejukan hati dari rekan saya tersebut..
Internet,,internet,,memang kau mampu memberikan banyak kemudahan,,mudah2an dengan saya memasang internet dua kabel dirumah semuanya jadi barokah, eh ada pengalaman menarik tadi malam, ini juga berkaitan dengan internet, Tepat tadi malam Kucing saya yang bernama Pukiy melahirkan,,saya panik skali karena belum punya ilmu kesana, ehh dengan baca artikel dinternet saya mampu mengerti teknik2 melahirkan kucing serta penanganannya secara tepat, sampai ada gambarnya lengkap sekali,,wah Subhanallah, mau tau caranya? mudah,,
Internet,,internet,,memang kau mampu memberikan banyak kemudahan,,mudah2an dengan saya memasang internet dua kabel dirumah semuanya jadi barokah, eh ada pengalaman menarik tadi malam, ini juga berkaitan dengan internet, Tepat tadi malam Kucing saya yang bernama Pukiy melahirkan,,saya panik skali karena belum punya ilmu kesana, ehh dengan baca artikel dinternet saya mampu mengerti teknik2 melahirkan kucing serta penanganannya secara tepat, sampai ada gambarnya lengkap sekali,,wah Subhanallah, mau tau caranya? mudah,,
Minggu, Oktober 12, 2008
HUKUM MENONTON TELEVISI
Pertanyaan:
Saya seorang pemuda yang berusia delapan belas tahun dan mempunyai beberapa orang adik. Setiap hari adik-adik saya pergi ke rumah tetangga untuk menonton televisi. Tetapi ketika saya meminta kepada ayah untuk membelikan kami televisi, beliau berkata, "Televisi itu haram." Beliau tidak memperbolehkan saya memasukkan televisi ke rumah.
Saya mohon Ustadz berkenan memberikan bimbingan kepada kami mengenai masalah ini.
Jawaban:
Saya telah membicarakan hukum televisi ini dalam pembahasan terdahulu. Hal itu saya sampaikan pada kesempatan pertama, dan saya kemukakan kepada para pemirsa melalui acara "Hadyul Islam" di televisi Qathar.
Pada waktu itu saya katakan bahwa televisi sama halnya seperti radio, surat kabar, dan majalah. Semua itu hanyalah alat atau media yang digunakan untuk berbagai maksud dan tujuan sehingga Anda tidak dapat mengatakannya baik atau buruk, halal atau haram. Segalanya tergantung pada tujuan dan materi acaranya. Seperti halnya pedang, di tangan mujahid ia adalah alat untuk berjihad; dan bila di tangan perampok, maka pedang itu merupakan alat untuk melakukan tindak kejahatan. Oleh karenanya sesuatu dinilai dari sudut penggunaannya, dan sarana atau media dinilai sesuai tujuan dan maksudnya.
Televisi dapat saja menjadi media pembangunan dan pengembangan pikiran, ruh, jiwa, akhlak, dan kemasyarakatan. Demikian pula halnya radio, surat kabar, dan sebagainya. Tetapi di sisi lain, televisi dapat juga menjadi alat penghancur dan perusak. Semua itu kembali kepada materi acara dan pengaruh yang ditimbulkannya.
Dapat saya katakan bahwa media-media ini mengandung kemungkinan baik, buruk, halal, dan haram. Seperti saya katakan sejak semula bahwa seorang muslim hendaknya dapat mengendalikan diri terhadap media-media seperti ini, sehingga dia menghidupkan radio atau televisi jika acaranya berisi kebaikan, dan mematikannya bila berisi keburukan. Lewat media ini seseorang dapat menyaksikan dan mendengarkan berita-berita dan acara-acara keagamaan, pendidikan, pengajaran, atau acara lainnya yang dapat diterima (tidak mengandung unsur keburukan/keharaman). Sehingga dalam hal ini anak-anak dapat menyaksikan gerakan-gerakan lincah dari suguhan hiburan yang menyenangkan hatinya atau dapat memperoleh manfaat dari tayangan acara pendidikan yang mereka saksikan.
Namun begitu, ada acara-acara tertentu yang tidak boleh ditonton, seperti tayangan film-film Barat yang pada umumnya merusak akhlak. Karena didalamnya mengandung unsur-unsur budaya dan kebiasaan yang bertentangan dengan aqidah Islam yang lurus. Misalnya, film-film itu mengajarkan bahwa setiap gadis harus mempunyai teman kencan dan suka berasyik masyuk. Kemudian hal itu dibumbui dengan bermacam-macam kebohongan, dan mengajarkan bagaimana cara seorang gadis berdusta terhadap keluarganya, bagaimana upayanya agar dapat bebas keluar rumah, termasuk memberi contoh bagaimana membuat rayuan dengan kata-kata yang manis. Selain itu, jenis film-film ini juga hanya berisikan kisah-kisah bohong, dongeng-dongeng khayal, dan semacamnya. Singkatnya, film seperti ini hanya menjadi sarana untuk mengajarkan moral yang rendah.
Secara objektif saya katakan bahwa sebagian besar film tidak luput dari sisi negatif seperti ini, tidak sunyi dari adegan-adegan yang merangsang nafsu seks, minum khamar, dan tari telanjang. Mereka bahkan berkata, "Tari dan dansa sudah menjadi kebudayaan dalam dunia kita, dan ini merupakan ciri peradaban yang tinggi. Wanita yang tidak belajar berdansa adalah wanita yang tidak modern. Apakah haram jika seorang pemuda duduk berdua dengan seorang gadis sekadar untuk bercakap-cakap serta saling bertukar janji?"
Inilah yang menyebabkan orang yang konsisten pada agamanya dan menaruh perhatian terhadap akhlak anak-anaknya melarang memasukkan media-media seperti televisi dan sebagainya ke rumahnya. Sebab mereka berprinsip, keburukan yang ditimbulkannya jauh lebih banyak daripada kebaikannya, dosanya lebih besar daripada manfaatnya, dan sudah tentu yang demikian adalah haram. Lebih-lebih media tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap jiwa dan pikiran, yang cepat sekali menjalarnya, belum lagi waktu yang tersita olehnya dan menjadikan kewajiban terabaikan.
Tidak diragukan lagi bahwa hal inilah yang harus disikapi dengan hati-hati, ketika keburukan dan kerusakan sudah demikian dominan. Namun cobaan ini telah begitu merata, dan tidak terhitung jumlah manusia yang tidak lagi dapat menghindarkan diri darinya, karena memang segi-segi positif dan manfaatnya juga ada. Karena itu, yang paling mudah dan paling layak dilakukan dalam menghadapi kenyataan ini adalah sebagaimana yang telah saya katakan sebelumnya, yaitu berusaha memanfaatkan yang baik dan menjauhi yang buruk di antara film bentuk tayangan sejenisnya.
Hal ini dapat dihindari oleh seseorang dengan jalan mematikan radio atau televisinya, menutup surat kabar dan majalah yang memuat gambar-gambar telanjang yang terlarang, dan menghindari membaca media yang memuat berita-berita dan tulisan yang buruk.
Manusia adalah mufti bagi dirinya sendiri, dan dia dapat menutup pintu kerusakan dari dirinya. Apabila ia tidak dapat mengendalikan dirinya atau keluarganya, maka langkah yang lebih utama adalah jangan memasukkan media-media tersebut ke dalam rumahnya sebagai upaya preventif (saddudz dzari'ah).
Inilah pendapat saya mengenai hal ini, dan Allahlah Yang Maha Memberi Petunjuk dan Memberi Taufiq ke jalan yang lurus.
Kini tinggal bagaimana tanggung jawab negara secara umum dan tanggung jawab produser serta seluruh pihak yang berkaitan dengan media-media informasi tersebut. Karena bagaimanapun, Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka terhadap semua itu. Maka hendaklah mereka mempersiapkan diri sejak sekarang.
(kumpulan Fatwa Qardhawi)
Saya seorang pemuda yang berusia delapan belas tahun dan mempunyai beberapa orang adik. Setiap hari adik-adik saya pergi ke rumah tetangga untuk menonton televisi. Tetapi ketika saya meminta kepada ayah untuk membelikan kami televisi, beliau berkata, "Televisi itu haram." Beliau tidak memperbolehkan saya memasukkan televisi ke rumah.
Saya mohon Ustadz berkenan memberikan bimbingan kepada kami mengenai masalah ini.
Jawaban:
Saya telah membicarakan hukum televisi ini dalam pembahasan terdahulu. Hal itu saya sampaikan pada kesempatan pertama, dan saya kemukakan kepada para pemirsa melalui acara "Hadyul Islam" di televisi Qathar.
Pada waktu itu saya katakan bahwa televisi sama halnya seperti radio, surat kabar, dan majalah. Semua itu hanyalah alat atau media yang digunakan untuk berbagai maksud dan tujuan sehingga Anda tidak dapat mengatakannya baik atau buruk, halal atau haram. Segalanya tergantung pada tujuan dan materi acaranya. Seperti halnya pedang, di tangan mujahid ia adalah alat untuk berjihad; dan bila di tangan perampok, maka pedang itu merupakan alat untuk melakukan tindak kejahatan. Oleh karenanya sesuatu dinilai dari sudut penggunaannya, dan sarana atau media dinilai sesuai tujuan dan maksudnya.
Televisi dapat saja menjadi media pembangunan dan pengembangan pikiran, ruh, jiwa, akhlak, dan kemasyarakatan. Demikian pula halnya radio, surat kabar, dan sebagainya. Tetapi di sisi lain, televisi dapat juga menjadi alat penghancur dan perusak. Semua itu kembali kepada materi acara dan pengaruh yang ditimbulkannya.
Dapat saya katakan bahwa media-media ini mengandung kemungkinan baik, buruk, halal, dan haram. Seperti saya katakan sejak semula bahwa seorang muslim hendaknya dapat mengendalikan diri terhadap media-media seperti ini, sehingga dia menghidupkan radio atau televisi jika acaranya berisi kebaikan, dan mematikannya bila berisi keburukan. Lewat media ini seseorang dapat menyaksikan dan mendengarkan berita-berita dan acara-acara keagamaan, pendidikan, pengajaran, atau acara lainnya yang dapat diterima (tidak mengandung unsur keburukan/keharaman). Sehingga dalam hal ini anak-anak dapat menyaksikan gerakan-gerakan lincah dari suguhan hiburan yang menyenangkan hatinya atau dapat memperoleh manfaat dari tayangan acara pendidikan yang mereka saksikan.
Namun begitu, ada acara-acara tertentu yang tidak boleh ditonton, seperti tayangan film-film Barat yang pada umumnya merusak akhlak. Karena didalamnya mengandung unsur-unsur budaya dan kebiasaan yang bertentangan dengan aqidah Islam yang lurus. Misalnya, film-film itu mengajarkan bahwa setiap gadis harus mempunyai teman kencan dan suka berasyik masyuk. Kemudian hal itu dibumbui dengan bermacam-macam kebohongan, dan mengajarkan bagaimana cara seorang gadis berdusta terhadap keluarganya, bagaimana upayanya agar dapat bebas keluar rumah, termasuk memberi contoh bagaimana membuat rayuan dengan kata-kata yang manis. Selain itu, jenis film-film ini juga hanya berisikan kisah-kisah bohong, dongeng-dongeng khayal, dan semacamnya. Singkatnya, film seperti ini hanya menjadi sarana untuk mengajarkan moral yang rendah.
Secara objektif saya katakan bahwa sebagian besar film tidak luput dari sisi negatif seperti ini, tidak sunyi dari adegan-adegan yang merangsang nafsu seks, minum khamar, dan tari telanjang. Mereka bahkan berkata, "Tari dan dansa sudah menjadi kebudayaan dalam dunia kita, dan ini merupakan ciri peradaban yang tinggi. Wanita yang tidak belajar berdansa adalah wanita yang tidak modern. Apakah haram jika seorang pemuda duduk berdua dengan seorang gadis sekadar untuk bercakap-cakap serta saling bertukar janji?"
Inilah yang menyebabkan orang yang konsisten pada agamanya dan menaruh perhatian terhadap akhlak anak-anaknya melarang memasukkan media-media seperti televisi dan sebagainya ke rumahnya. Sebab mereka berprinsip, keburukan yang ditimbulkannya jauh lebih banyak daripada kebaikannya, dosanya lebih besar daripada manfaatnya, dan sudah tentu yang demikian adalah haram. Lebih-lebih media tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap jiwa dan pikiran, yang cepat sekali menjalarnya, belum lagi waktu yang tersita olehnya dan menjadikan kewajiban terabaikan.
Tidak diragukan lagi bahwa hal inilah yang harus disikapi dengan hati-hati, ketika keburukan dan kerusakan sudah demikian dominan. Namun cobaan ini telah begitu merata, dan tidak terhitung jumlah manusia yang tidak lagi dapat menghindarkan diri darinya, karena memang segi-segi positif dan manfaatnya juga ada. Karena itu, yang paling mudah dan paling layak dilakukan dalam menghadapi kenyataan ini adalah sebagaimana yang telah saya katakan sebelumnya, yaitu berusaha memanfaatkan yang baik dan menjauhi yang buruk di antara film bentuk tayangan sejenisnya.
Hal ini dapat dihindari oleh seseorang dengan jalan mematikan radio atau televisinya, menutup surat kabar dan majalah yang memuat gambar-gambar telanjang yang terlarang, dan menghindari membaca media yang memuat berita-berita dan tulisan yang buruk.
Manusia adalah mufti bagi dirinya sendiri, dan dia dapat menutup pintu kerusakan dari dirinya. Apabila ia tidak dapat mengendalikan dirinya atau keluarganya, maka langkah yang lebih utama adalah jangan memasukkan media-media tersebut ke dalam rumahnya sebagai upaya preventif (saddudz dzari'ah).
Inilah pendapat saya mengenai hal ini, dan Allahlah Yang Maha Memberi Petunjuk dan Memberi Taufiq ke jalan yang lurus.
Kini tinggal bagaimana tanggung jawab negara secara umum dan tanggung jawab produser serta seluruh pihak yang berkaitan dengan media-media informasi tersebut. Karena bagaimanapun, Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka terhadap semua itu. Maka hendaklah mereka mempersiapkan diri sejak sekarang.
(kumpulan Fatwa Qardhawi)
Sabtu, Oktober 11, 2008
LASKAR PELANGI

Nidji - Laskar Pelangi
mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya
laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warna bintang di jiwa
reff:
menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia selamanya
cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita
laskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi
laskar pelangi takkan terikat waktu
Langganan:
Postingan (Atom)